-->

Pemilihan Benih Ikan Lele Menjadi Faktor Penentu Utama Keberhasilan

Pemilihan Benih Ikan Lele Menjadi Faktor Penentu Utama Keberhasilan - Beternak ikan lele merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untuk ditekuni. Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan yang banyak digemari sehingga peluang bisnis lele ini sangat menjanjikan. Selain rasanya yang gurih, ikan lele ini memiliki kandungan gizi yang sangat baik, lele memiliki kandungan protein lengkap, sumber vitamin B-12 dan mengandung asam lemak sehat. 


Di Indonesia sendiri banyak sekali orang yang menggemari ikan ini sebagai bahan konsumsi disbanding dengan jenis ikan lainnya. Karena selain cara pengolahan yang mudah dan rasanya yang lezat, dibandingkan jenis ikan lainnya ikan lele memiliki harga yang sangat ekonomis di pasaran.

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. 

Supaya Anda tidak salah memilih bibit, sebaiknya memperhatikan beberapa kriteria. Kriteria tersebut diantaranya mencakup, asal bibit, gerakan, fisik, kesehatan, riwayat indukan dan lain-lain. Berikut penjelasannya : 

1. Bibit Berasal Dari Budidaya Benih Ikan Lele


Kriteria pertama yakni bibit harus berasal dari hasil budidaya benih ikan lele. Pasalnya, bibit tersebut biasanya jauh lebih terjaga kualitasnya karena mengalami proses pemeliharaan intensif selama budidaya.

Selain itu, bibit dari budidaya benih ikan lele cenderung berasal dari indukan terbaik. Artinya, Anda tidak meragukan kualitas keturunannya. Pembudidayanya pun sudah mengetahui dengan baik bagaimana cara membesarkan benih agar tetap terjamin kualtiasnya hingga menjadi ikan lele siap jual.

2. Gerakannya Lincah

Pernah melihat bibit ikan lele yang gerakannya lamban dan hanya di satu tempat saja? Itulah bibit ikan lele yang jelek. Anda akan sangat mudah menangkap bibit ikan lele ini.

Sebaliknya, jika Anda sulit menangkap bibit ikan lele dengan tangan karena gerakannya gesit, berarti bibit tersebut sangat bagus. Perhatikan gerakan bibit ikan lele lainnya, caranya masukan bibit ikan lele dalam sebuah wadah.

Lalu, miringkan wadah berisi bibit ikan lele. Lihatlah pergerakannya. Jika sebagian besar bibit ikan lele bergerak melawan arus, maka bibit tersebut memang bagus. Namun, apabila bibit ikan lele terbawa arus, artinya bibit tersebut kurang baik.

Cara ini ampuh sekali untuk mengetes seberapa gesit bibit ikan lele yang akan dibeli. Semakin lincah gerakannya maka semakin baik bibitnya.

3. Fisik Harus Sempurna


Asal bibit dari budidaya benih ikan lele dan gerakan bibit yang lincah tidak selamanya menjamin kesempurnaan bibit ikan lele. Kalau bibit ikan lele yang Anda lihat terdapat lecet di tubuhnya, sebaiknya tidak dipilih.

Upayakan memilih bibit ikan lele yang badannya mulus dan sewarna. Warna bibit ikan lele yang baik yakni berwarna cokelat tua atau hitam kemerahan. Morfologi tubuhnya seimbang, dari kepala dan badan. Kulitnya pun cerah dan mengkilap.

Bibit ikan lele yang bagus tidak pucat dan tidak menggerombol di pojok kolam. Justru ia bergerak lincah ke sana kemari. Jika Anda menemukan salah satu bibit ikan lele yang tubuhnya tidak sempurna, sebaiknya pisahkan.

Kesempurnaan fisik bibit ikan lele akan menentukan bentuk fisiknya setelah menjadi ikan lele siap jual. Konsumen pun akan jeli memilih mana ikan lele yang bagus dan mana yang tidak. Hal tersebut harus Anda perhatikan karena turut menentukan untung rugi dalam budidaya.

4. Ukuran Bibit Harus Seragam

Layaknya ikan lainnya, dalam memilih bibit ikan lele, Anda harus memilih yang seragam. Artinya, seragam ukuran bibitnya. Mengapa demikian? Karena jika Anda memilih bibit ikan lele yang tidak seragam, risiko terjadi kanibal sangat tinggi.

Ikan lele yang lebih besar biasanya suka memangsa ikan lele yang lebih kecil. Kalau itu sampai terjadi, jumlah ikan lele yang dibudidayakan akan semakin berkurang. Akibatnya, Anda pun mengalami kerugian.

Selain itu, ukuran bibit ikan lele juga akan mempengaruhi pertumbuhannya. Apabila awalnya bibit ikan lele tidak seragam, maka ketika besar pun ukurannya tidak akan sama. Bahkan Anda akan mengalami gagal panen karena ikan lele sudah habis duluan akibat sifat kanibalnya.

Misalnya begini, Anda akan membeli 500 bibit ikan lele. Ketika memilih di lokasi budidaya, ingin memilih bibit ikan lele berukuran tubuh 5 cm. Nah, berarti Anda harus memilih semua ukurannya 5 cm atau toleransinya ukuran 4 sampai 6 cm.

Tapi, dengan catatan, bibit ikan lele yang ukurannya 4-6 cm tidak lebih dari 10% populasi bibit. Sejumlah 90% bibit ikan lele harus berukuran 5 cm. Memang sulit karena tidak banyak bibit ikan lele yang berukuran sama persis.

Solusinya, Anda harus mengelompokan 500 bibit ikan lele tersebut berdasarkan ukuran. Contohnya, dari 500 bibit ikan lele, 400 bibit berukuran sama 5 cm. Sementara 100 bibit ukurannya 8 cm.

Sebaiknya, Anda pisahkan bibit ikan lele berdasarkan ukurannya. Lebih baik menambah jumlah kolam daripada Anda menderita kerugian yang berlipat ganda.

5. Bibit Dalam Kondisi Sehat

Sebelum membeli bibit ikan lele, tanyakan dulu kepada pembudidaya tentang riwayat kesehatan bibit. Tanyakan, apakah bibit ikan lele pernah sakit. Tujuannya, supaya jika bibit ikan lele ini mengalami sakit yang sama, Anda akan mudah menanganinya.

Bibit ikan lele yang sehat memiliki ciri-ciri, gerakannya gesit, tubuh proporsional, warna kulit mengkilap, tidak menggantung, bebas cacat atau luka dan sungut berwarna cerah. Namun, ketika bibit ikan lele pernah sakit, tanyakan bagaimana kronologisnya.

Kalau memang harus menggunakan antibiotik atau obat-obatan lain, upayakan dosisnya tidak terlalu tinggi. Dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan bakteri dan penyakti bertambah kebal sehingga akan berkembang cepat di tubuh ikan lele.

6. Perhatikan Riwayat Induknya

Indukan selalu menjadi faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bibit hewan jenis apapun. Kalau bibit ikan lele berasal dari indukan yang unggul, maka sudah pasti anakannya pun mewarisi sifat genetik induknya.

Pilihlah bibit ikan lele yang asalnya bukan dari perkawinan inbreeding atau tingkat kekerabatan yang tinggi. Semakin jauh tingkat kekerabatannya, maka akan semakin bagus kualitas bibitnya.

Kemudian, perhatikan jenis ikan lele indukannya. Misalnya, ikan lele jenis Sangkuriang sudah pasti lebih bagus dari ikan lele lokal karena dilihat dari riwayat pemijahannya. Dan hasil panennya pun pasti jauh lebih sempurna dibandingkan ikan lele lokal.

7. Punya Sertifikat CPIB

Kriteria terakhir yakni, harus punya kriteria CPIB. Apa itu CPIB ? CPIB adalah Cara Pembenihan Ikan yang Baik. Jika memang kualitas bibit yang Anda beli tersebut baik, pembudidaya pasti mengantongi sertifikat CPIB.

Dari sertifikat tersebut Anda akan tahu, darimana asal indukannya dan jenis apa yang digunakan. Namun, tidak semua pembudidaya punya sertifikat CPIB. Jadi, tidak bisa dijadikan patokan. Kriteria sebelumnya sebenarnya sudah cukup untuk bisa menjamin kualitas bibit yang Anda beli.

8. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.

Demikian pembahasan mengenai pemilihan bibit lele berkwalitas, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk memulai usaha ternak ikan lele. 

0 Response to "Pemilihan Benih Ikan Lele Menjadi Faktor Penentu Utama Keberhasilan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel