11 Tips Cara Jitu Berbisnis Ikan Lele
Tuesday, September 11, 2018
Add Comment
11 Tips Cara Jitu Berbisnis Ikan Lele - Beternak ikan lele merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untuk ditekuni. Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan yang banyak digemari sehingga peluang bisnis lele ini sangat menjanjikan. Selain rasanya yang gurih, ikan lele ini memiliki kandungan gizi yang sangat baik, lele memiliki kandungan protein lengkap, sumber vitamin B-12 dan mengandung asam lemak sehat.
Di Indonesia sendiri banyak sekali orang yang menggemari ikan ini sebagai bahan konsumsi dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Karena selain cara pengolahan yang mudah dan rasanya yang lezat, dibandingkan jenis ikan lainnya ikan lele memiliki harga yang sangat ekonomis di pasaran.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
1. Budidaya Ikan Lele
Cara inilah yang paling tepat dengan berpeluang usaha dengan ikan lele. Dengan budidaya ikan lele, maka anda akan lebih mengerti tentang potensi ikan lele dalam lingkup pangsa pasar.
Selain itu, anda juga mampu berwawasan luas serta untung dengan ikan lele milik sendiri. Ikan lele sangat mudah di budidayakan, selain itu ikan lele juga tidak memerlukan terlalu banyak air untuk hidupnya.
Ikan lele dapat ditebar dengan benih banyak sekaligus, karena kembali lagi ikan lele dapat hidup di air tawar dengan kuantitas yang sedikit. Selain, itu modal yang perlu anda keluarkan juga tidak banyak, dan tentunya ikan lele memiliki gizi yang tinggi dibandingkan ikan-ikan lainnya.
2. Menggunakan Kolam Terpal
Dengan menggunakan terpal saja, anda sudah dapat memulai usaha budidaya ikan lele ini. Bukan hanya memudahkan jika anda belum memiliki kolam untuk budidaya ikan lele, tetapi juga membuat ikan lele dapat terhindar dari pemangsa ikan.
Kelebihan lain menggunakan teknik kolam terpal adalah seperti berikut :
a. Lebih hemat daripada kolam semen
b. Lebih mudah mengatur volume dan ketinggian air
c. Bebas dari kontaminasi tanah, ikan lebih bersih
d. Mudah membuatnya.
3. Tepat Memilih Benih Unggul
Pemilihan benih yang tepat sangat berpengaruh pada potensi kelangsungan peluang usaha anda. Dengan memilih benih-benih ikan lele yang ukurannya sama rata, gesit, agresif, dan warnanya cukup terang akan memberikan hasil maksimal dalam peluang usaha budidaya ikan lele anda nantinya. Jadi harus jeli dalam mencari benih yang tepat tentunya.
4. Kualitas Air
Lele tidak suka air jernih. Bukan berarti kita harus jorok. Warna air yng bagus untuk ikan lele adalah hijau. Artinya lele sedang berkembang. Ketika warnanya berubah merah, ikan-ikan ini siap dipanen.
Jadi, anda tetap harus merawat kebersihan air agar ikan lele berkembang dengan baik pula. Karena ikan lele bernafas dengan labirin, tidak terlalu banyak ‘boros’ oksigen, maka anda dapat memanfaatkan tanaman-tanaman air seperti eceng gondok atau talas misalnya untuk membuat keruh bagian kolam, jadi air juga tetap tidak tercemar, selain itu tanaman-tanaman air tersebut justru mampu menyerap racun-racun yang bertebaran di dalam air.
5. Ketinggian Kolam Air
Setelah memutuskan menggunakan terpal, kita harus mengontrol ketinggian air. Air kolam akan terus berkurang karena menguap diserap sinar matahari.
Tinggi air yang baik bagi lele adalah seperti berikut : Bulan pertama 20cm, bulan kedua 40 cm, lalu bulan ketiga 80cm
6. Pakan ikan lele
Pakan ikan lele umumnya adalah sentrat ikan atau pelet. Diberikan 3-4 kali sehari, yakni pagi sore dan malam.
Harga pakan lele yang cukup mahal merupakan biaya produksi yang patut dicari solusinya. Kita bisa menggunakan kroto (anakan kerangkang), ikan kecil, Ayam mati dari peternak unggas atau cacing sebagai pakan alami.
7. Amankan ikan lele
Hati-hati dengan kolam ikan kita. Sebaiknya diberi penghalang berupa jaring atau sejenisnya. Jika tidk, bersiaplah merugi karena ikan anda dimakan kucing atau burung.
8. Waktunya Panen
Umur ikan lele yang siap panen biasanya 90 hari. Pilihlah yang cocok untuk dijual. Sisanya dibudidayakan lagi. Jumlah perkilogramnya beda-beda ada yang 4 ikan ada juga yang tujuh.
Jika ingin cepat panen, anda sebaiknya membudidayakan lele Sangkuriang saja. Umurnya sekitar dua bulan
9. Target Pemasaran Ikan Lele
Ada banyak sekali target pemasaran yang kiranya dapat anda gunakan untuk usaha ikan lele ini. seperti menjualnya sendiri dengan harga per kilogram(Kg) atau dengan menjualnya pada warung-warung makanan penyetan serta lalapan. Dengan begitu anda akan menjadi pemasok untuk kebutuhan ikan lele, bahkan jika anda memiliki relasi yang memiliki restaurant dan memilih ikan lele sebagai menunya, perlu anda coba untuk berpeluang lebih.
Selain itu, daya kreatif juga mampu mendulang sesuatu yang istimewa. Ikan lele juga dapat anda olah menjadi makanan, contoh dekatnya adalah abon lele yang sudah banyak didengar masyarakat namun belum banyak yang menginginkan berpeluang usaha dalam bidang tersebut. Karena kebanyakan orang memilih mengolah abon dari ayam serta sapi. Jadi, ini akan memberikan peluang lebih bagi anda yang mau kreatif.
10. Promosi Ikan Lele
Banyak cara dalam melakukan promosi untuk usaha ikan lele ini. anda dapat memberitahukan pada tetangga, keluarga, saudara, atau teman dan sahabat. Selain itu kecanggihan media juga perlu anda ‘sambangi’ untuk semakin memperkaya calon pembeli. Jadi, macam peluang seperti apa pun yang anda tempuh untuk melakukan usaha ikan lele ini, maka terdapat promosi yang tepat guna bagi pengembangannya.
11. Ide Gila : Membuat Lele Menjadi Frozen Food
Nah, semoga hal-hal di atas mampu menginspirasi dan menarik bagi anda semua untuk menekuni bisnis ikan lele. Bagaimana menurutmu tentang bisnis ini


0 Response to "11 Tips Cara Jitu Berbisnis Ikan Lele"
Post a Comment